Penyebab dan Perawatan Sakit Kepala Bagian Belakang


Sekitar 50% orang dewasa di seluruh dunia mengalami minimal 1 kali sakit kepala parah setiap tahun. Sakit kepala ini bisa menyakitkan dan melemahkan kita ketika terjadi. Salah satunya yaitu sakit kepala pada bagian belakang, terdapat beberapa kemungkinan penyebab sakit kepala pada bagian belakang.

Berikut 4 penyebab dan perawatan sakit kepala bagian belakang :

1. Tekanan / Tensi
Sakit kepala Tensi/ Tension-Type headaches (TTH) bisa menyebabkan sakit pada bagian belakang kepala, biasanya bisa bertahan hingga 7 hari ataupun 30 menit.

Gejala - gejala TTH adalah :
  • Perasaan menegang dibagian belakang atau depan kepala
  • Rasa sakit yang ringan sampai sedang tetapi kadang - kandang bisa menjadi parah.
  • Tidak memburuk ketika melakukan olahraga
  • Tidak terjadi mual atau muntah
Pengobatan :
Mengambil pereda nyeri seperti Panadol atau Paracetamol biasanya cukup ketika sakit kepala tensi terjadi.

Ketika sering terjadi sakit kepala, perawatan alternatif dapat membantu mengurangi durasi terjadinya.
Opsi perawatan termasuk :
  • Teknik Relaksasi / santai
  • Pijat
  • Terapi fisik
  • Akupunktur

Penyebab dan Pencegahan :
Penyebab TTH saat ini tidak diketahui, tetapi beberapa faktor merupakan pemicu potensial, termasuk :
  • Stress
  • Kelelahan
  • Kurang tidur
  • Tidak makan
  • Postur yang buruk
  • Radang sendi
  • Nyeri sinus
  • Kurang minum air

2. Migrain
Duduk di tempat tidur dengan sakit kepala dan susah tidur atau disebut migrain dapat menyebabkan sensitivitas terhadap gangguan cahaya dan visual.
Migrain adalah jenis umum dari sakit kepala yang sering terjadi pada masa kanak - kanak dan meningkat seiring bertambahnya usia.

Pada usia dewasa, migrain dapat terjadi beberapa kali seminggu, terutama pada wanita antara usia 35 dan 45 tahum.

Gejala umum meliputi :
  • Denyut sakit yang hebat di satu sisi kepala
  • Mual dan muntah
  • Gangguan penglihatan
  • Kepekaan tinggi terhadap cahaya, kebisingan, dan bau
  • Kelembutan otot dan kulit sensitif
  • Berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari

Aktivitas fisik yang memperburuk migrain dimana orang tersebut mengalami cahaya yang berkelap - kelip atau gangguan visual lainnya. Berbagai faktor yang spesifik untuk setiap orang dapat memicu migrain. 

Penyebab migrain :
  • Kecemasan, stress, dan depresi
  • Lampu berkedip dan terang, suara keras, bau kuat
  • Kekurangan makanan
  • Kurang tidur
  • Jenis makanan tertentu, seperti keju, coklat, dan kafein
  • Perubahan hormon
  • Minum obat konstrasepsi

Perawatan migrain harus melibatkan analgesik, seperti Panadol atau Paracetamol, dan beristirahat diruangan yang gelap.
Jika solusi diatas tidak berfungsi, maka dokter mungkin akan memberikan obat antimigraina yang dikenal sebagai triptan.

Pencegahan migrain :
  • Mengatur stress, olahraga, waktu santai,dan terapi fisik
  • Mencatat dan menghindari pemicu pribadi, termasuk menghindari makanan tertentu
  • Terapi hormon

3. Konsumsi obat berlebihan
Medication-Overuse headaches (MOH) dapat terjadi jika seseorang mengkonsumsi terlalu banyak obat pereda nyeri untuk jenis sakit kepala. Sakit kepala MOH juga dikenal sebagai Rebound Headaches.

Penggunaan obat pereda nyeri sesekali tidak menyebabkan masalah. Namun, ketika minum obat penghilang sakit kepala lebih dari dua atau tiga kali seminggu selama jangka waktu yang lama, sakit kepala yang muncul kembali dapat terjadi.

Gejala utama meliputi :
  • Sakit kepala persisten, hampir setiap hari
  • Sakit parah saat bangun tidur
  • Sakit kepala setelah menghentikan pereda nyeri

Masalah lain yang terkait MOH :
  • Mual
  • Kegelisahan
  • Sifat lekas marah
  • Kekurangan energi
  • Kelemahan fisuk
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Depresi

Pengobatan :
Berhenti minum obat pereda nyeri sepenuhnya. Awalnya sakit kepala akan bertambah buruk tetapi akan cepat sembuh. Kemudian dapat melanjutkan minum obat pereda nyeri yang lebih sesuai atau bisa mengunjungi dokter untuk mendapatkan obat yang sesuai.

Pencegahan :
Untuk mencegah MOH, hindari menggunakan obat pereda nyeri untuk sakit kepala lebih dari beberapa kali seminggu. Jika sakit kepala yang sering memerlukan obat pereda nyeri, maka perlu mengunjungi dokter untuk saran penggunaan.

4. Sakit kepala akibat olahraga
Sakit kepala akibat olahraga terjadi sebagai akibat dari aktivitas fisik yang berat. Sakit kepala ini terjadi selama atau setelah berolahraga dengan cepat dan menjadi parah. Berbagai macam latihan dapat memicu rasa sakit ini, mulai dari angkat berat atau berlari.

Gejalanya meliputi nyeri berdenyut di kedua sisi kepala, yang bisa berlangsung dari 5 menit hingga 2 hari. Sakit kepala ini biasanya merupakan kejadian yang berisolasi dan mungkin juga menghasilkan gejala seperti migrain.

Penyebab dan Pencegahan :
Penyebab sakit kepala ini tidak diketahui. Biasanya hanya terjadi selama 3  hingga 6 bulan. Pencegahan meliputi :
  • Minum obat pereda nyeri sebelum berolahraga
  • Menghindari aktivitas berat
  • Pemanasan dengan benar
  • Minum cukup air
  • Makan makanan bergizi
  • Cukup tidur